Medan Perang Yang Tak Terlihat
Galatia 5:16-17

Medan Perang Yang Tak Terlihat
Galatia 5:16-17

           Apa yang saudara pikirkan ketika melihat tema ini ? apakah kita mengerti apa yang dimaksud dengan medan perang yang tak terlihat ? mungkin kalau perang di timur tengah adalah perang yang terlihat, tetapi kita akan mempelajari tentang medan perang yang tak terlihat. Pasti sebagian dari kita akan bingung bahkan tidak mengerti arah dari tema ini sebab kita tidak sadar bahwa ada medan perang yang tak terlihat yaitu Peperangan Antara ROH & DAGING Galatia 5:16-17. Seringkali kita tidak sadar bahwa dalam diri kita sedang terjadi peperangan yang tak terlihat antara Roh dan Daging dalam diri ini.

           Untuk memahami peperangan antara Roh dan Daging maka kita harus memahami TRIKOTOMI MANUSIA. Tuhan menciptakan manusia dalam 3 unsur yaitu Tubuh, Jiwa dan Roh (trikotomi manusia). Tubuh (aspek fisik), Jiwa (Aspek Perasaan dan Akal) dan Roh (Aspek Spiritual). Dari 3 unsur ini kita akan pahami Dimana posisi daging dan dimana posisi Roh ? Daging dalam bahasa aslinya σάρξ sarx yang diartikan sebagai sifat manusia, maka kita akan melihat sifat manusia ada pada jiwa (pikiran, preasaan, kepribadian dan sebagainya). Sedangkan Roh πνεῦμα pneuma Merujuk kepada Roh Kudus yang mendiami orang percaya. Inilah yang dinamakan medan perang yang tak terlihat. Kita tidak sadar setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik daging dan Roh sedang berperang dan saling melawan.

           Mari perhatikan ayat 17 Keinginan Daging BERLAWANAN dengan Keinginan Roh. ἀντίκειμαι antikeimai Menunjukkan posisi yang saling bermusuhan. Dalam konteks militer atau peperangan di masa itu, istilah ini menggambarkan dua pasukan yang berhadapan di garis depan pertempuran.Mereka berada dalam posisi yang sengaja diambil untuk saling meniadakan atau saling menghancurkan. Dari kata berlawanan kita mendapatkan beberapa pemahaman yaitu

  • Daging dan Roh tidak akan berdamai dan melakukan kompromi
                Tidak ada jalan tengah (seperti setengah daging, setengah Roh). Itulah sebabnya Rasul Paulus menekankan bahwa keduanya berada dalam posisi permusuhan permanen. Mengapa bertentangan? Karena keduanya memiliki "agenda" yang berbeda. Daging ingin memuliakan diri sendiri, Roh ingin memuliakan Allah.
  • Peperangan Yang Aktif
                Kata ἀντίκειμαι antikeimai menggunakan present tense yaitu tindakan yang terus-menerus terjadi. Konflik ini bukan sesuatu yang terjadi sekali saja saat kita bertobat, melainkan sebuah peperangan yang terjadi setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit.

           Yang menarik ketika mempelajari kata ἀντίκειμαι antikeimai saya mendapatkan satu pemahaman yaitu peperangan yang kita rasakan adalah bukti roh kudus ada dalam diri kita. Tetapi sebaliknya jika kita melakukan hal-hal yang sifat dosa dan tidak ada rasa bersalah atau mala menjadi masa bodoh dan tidak peduli bisa saya yakini bahwa tidak adanya Roh Kudus dalam dirinya. Sehingga saya mau kata, ketika saudara masih merasakan adanya peperangan maka Roh Kudus ada dalam diri kita. Maka menjadi pertanyaannya adalah mana yang menang antara Daging atau Roh ? Kemungkinan yang terjadi adalah Daging menang atau Roh menang. Tetapi saya mau memberikan strategi supaya bisa menang melawan Daging.

  1. Hidup Penuh Roh Kudus (Efesus 5:18)
               Strategi pertama untuk menang melawan daging adalah hidup penuh oleh Roh Kudus. "penuh dengan Roh" dinyatakan dalam bentuk present imperative (kata kerja perintah) yang berarti “hendaklah kamu terus-menerus dipenuhi”. Artinya Kepenuhan Roh bukanlah pengalaman sekali seumur hidup (saat dibaptis atau saat mengalami penjamahan Tuhan), melainkan rutinitas harian. Oleh sebab itu Penuh Roh Kudus bukan hanya dalam doa 10 hari kepenuhan Roh Kudus tetapi setiap hari dan saat ini juga harusnya hidup kita dipenuhi oleh Roh Kudus.
               Contoh Petrus, tergolong murid yang karakter keras diri antara murid-murid yang lain. Buktinya Petrus orang yang karakter keras adalah Memotong telinga Prajurit yaitu menebas telinga Malkus, seorang hamba Imam Besar (Yohanes 18:10). Menyangkal Yesus sebanyak 3 kali (Matius 26:69-75). Padahal di ayat sebelumnya 33-35 dia dengan Percaya diri dan yakin aku tidak akan menyangkal Yesus. Tapi perhatikan ketika Petrus penuh dengan Roh Kudus Kis. 2:13-14. Orang menyindir mereka mabuk oleh anggur tetapi Petrus dengan gagah berani berdiri dan bersaksi (padahal sebelumnya dia orang yang menyangkal Yesus). Daging bisa dikalahkan hanya dengan Roh Kudus.
  2. Jangan Fokus Melawan Daging
               Strategi yang kedua adalah jangan fokus melawan daging. Kita sudah diajarkan pada poin sebelumnya bahwa daging akan kalah dengan Roh Kudus. Justru berbahaya ketika kita fokus melawan daging. Kenapa berbahaya ? ada namanya Jebakan "Hukum Fokus" (Law of Attraction/Attention). Semakin kita fokus pada apa yang dilarang, semakin kuat tarikan Daging tersebut. Contoh ketika berfokus tidak mau sombong, tidak mau iri hati, tidak mau menjadi orang yang suka menipu dan sebagainya. Justru kita sedang terjebak pada hukum fokus yang membawa kita berusaha dengan kekuatan kita untuk melawan daging. Padahal kita tidak akan mampu melawan daging tanpa Roh Kudus.
               Justru apa yang harus kita lakukan, ubah fokus kita yaitu Fokus pada hubungan dengan Tuhan (relasi dengan Tuhan). Fokuslah pada "koneksi". Jangan hanya mencoba berhenti berdosa, tapi mulailah mengejar Tuhan. Seringkali kita sibuk fokus ingin bertobat tetapi relasi kita dengan Tuhan semakin jauh mala semakin dekat dan melekat dengan dunia. Maka pertanyaannya dalam diri kita, mana yang lebih diberikan RUANG dalam diri kita Daging atau Roh. Contoh di tahun 2026 ini, kita dikelilingi oleh banyak godaan instan yang memanjakan “Daging” (jiwa). Media sosial, gaya hidup konsumtif, dan tekanan untuk selalu tampil sempurna sering kali memicu keinginan daging (iri hati, kesombongan, ketamakan, kebencian) . Jika daging ini terus diberikan ruang maka padamlah Roh Kudus dalam diri kita. Tetapi sebaliknya, jika kita fokus pada relasi dengan Tuhan yaitu Berdoa, Firman, Penyembahan, Pujian dan sebagainya. Maka matilah daging itu, Sebab Jika kita sibuk mengejar Tuhan, keinginan daging akan kehilangan daya tariknya secara alami.

           Kesimpulan: Daging ingin memuliakan diri sendiri (Kepuasan Pribadi), Roh ingin memuliakan Allah. Maka manakah yang kita pilih ? Keputusan ditangan pribadi masing-masing. Galatia 5:24-25

By Pdt. Dionnesius Julianto

Posting Komentar

0 Komentar