BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL
Lukas 8:40-56; 18:27
Mungkin kita semua sudah pernah mendengar kisah tentang pemimpin rumah Ibadat Yahudi yaitu Yairus. Kita tau bersama ada mujizat besar yang terjadi dalam kisah ini. Tetapi kita perlu mengerti terlebih dahulu arti nama Yairus adalah Dia Bersinar atau Jadi terang. Bahkan yang menarik dari Yairus adalah dia seorang pemimpin Yahudi yang kita tau bahwa orang Yahudi sampai hari ini masih menunggu Mesias sang juru selamat dan tidak mengakui Yesus sebagai mesias. Maka yang menariknya adalah Yairus justru mencari Yesus untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sedang sakit parah bahkan kita tau anaknya pun mati tetapi mujizat terjadi anak yang mati dibangkitkan kembali oleh Yesus. bukti bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Saya coba merenungkan tentang Yairus ini yang pada saat itu mala mencari Yesus. kita tau bahwa pada saat itu Yesus sedang terkenal dengan mujizat-mujizatnya sehingga Yairus mencari Yesus. Yang lebih luar biasanya lagi Yairus tersungkur di kaki (ayat 41) sampai terjadi suatu mujizat yang besat atau mahal yaitu orang mati bisa hidup kembali. Maka apa yang perlu dipelajari dari kehidupan Yairus
- Hidup rendah hati Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya, Lukas 8:41
- Hidup dalam kesabaran Jika kita membaca perikop ini dalam Lukas 8:40-56 ada dua kisah di dalamnya yaitu kisah Yairus dan seorang perempuan yang 12 tahun pendarahan. Kita akan melihat sikap Yairus yang sabar. Ketika Yesus dan Yairus tergesa-gesa menuju rumahnya tetapi dalam perjalanan Yesus berjumpa dengan seorang perempuan yang menjamah jubahnya bahkan mujizat terjadi bagi perempuan itu.
- Memiliki iman yang diperbaharui Mungkin kita berpikir kenapa dalam kisah Yairus ada kisah seorang perempuan yang sakit selama 12 Tahun? Karena Tuhan mau memperbaharui imannya Yairus dengan mujizat yang terjadi di hidup perempuan yang sakit 12 tahun pendarahan. Tuhan pun setiap hari atau setiap saat memperbaharui iman kita untuk membuat iman kita semakin kuat di hadapan Tuhan.
- Tetap bertahan Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!" Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat." Lukas 8:49-50
Yairus tersungkur sebagai bentuk rendah hati. Tidak semua orang bisa hidup rendah hati. Yang membuat orang sulit rendah hati adalah kesombongan. Orang yang hidupnya terikat dengan harta akan cenderung menjadi orang yang sombong.
Pada saat itu Yairus datang dengan rendah hati kepada Yesus bukan dengan kesombongan. Secara logika, kalau Yairus datang dengan sombong mungkin mujizat tidak akan terjadi. Makanya kita pun harus datang kepada Yesus dengan sikap rendah hati bukan dengan sikap yang sombong
Hal menariknya adalah pada saat itu Yairus tetap sabar menunggu sekalipun ia juga tergesa-gesa karena anaknya sedang sakit. Secara logika Yairus harus meminta Yesus cepat-cepat tetapi sebaliknya Yesus tetap sabar. Terkadang kita tidak bisa sabar menunggu mujizat Tuhan, bahkan kita lebih cepat merasa kecewa ketika mujizat itu tidak terjadi. Mujizat akan selalu nyata ketika kita bisa sabar menunggu waktu Tuhan.
coba kita perhatikan percakapan ini antara keluarga Yairus, Yesus dan Yairus sendiri. Manakah yang didengar oleh Yairus perkataan Yesus atau perkataan keluarganya? Tentu perkataan Yesus. Ini menjadi bukti bahwa iman Yairus semakin kuat setelah melihat perempuan yang sembuh dari sakit. Terkadang kita tidak bisa bertahan sampai mujizat terjadi karena kita lebih memilih mendengar perkataan orang dari pada perkataan Yesus. maka belajarlah untuk lebih mendengar perkataan Yesus melalui FirmanNya.
0 Komentar