WARISAN
Efesus 3:14-21
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, Efesus 3:16
Semua orang pasti menginginkan warisan apa lagi anak, sebab warisan merupakan harta kekayaan yang ditinggalkan oleh seseorang (peninggalan orangtua). Bahkan warisan seringkali membuat permusuhan antar saudara. Tetapi masalahnya warisan yang seringkali kita sibukkan adalah warisan dunia (sifatnya sementara). Sebab orang percaya warisan yang harus ditinggalkan bagi anak-anaknya adalah warisan kekal yaitu Firman dan Iman. Tetapi kita harus jujur seringkali orangtua lupa mewariskan hal ini. Makanya kalau anak tidak mendapatkan warisan iman dan firman itu adalah salah orangtua.
Maka, warisan seperti apa yang harus kita tinggalkan kepada anak-anak?
- Warisan Doa Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, Efesus 3:16.
- Warisan berakar dalam kasih sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Efesys 3:17
- Warisan pengenalan akan kasih Kristus Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, Efesus 3:18
- Lebar (Menjangkau semua orang / Etnis)
- Panjang (Kasih Allah sampai kepada kekekalan)
- Dalam (Menjangkau orang berdosa)
- Tinggi (membawa kita sampai ke Surga)
- Mewarisi Kepenuhan Allah dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Efesus 3:19.
Doa adalah warisan yang paling berharga dalam kehidupan orang percaya. Tidak heran ketika melihat anak tidka bisa berdoa karena orangtua tidak memberikan warisan doa kepada anaknya. Maka jadi renungan bagi kita, apakah kita sudah mewarisan doa kepada anak-anak kita? Sebab jika kita melihat di ayat ini bagi Paulus hal yang paling Istimewa adalah DOA. Bukti dari keistimewaan yang Paulus rasakan dalam doa yaitu dia berdoa sambil berlulut (ayat 14). Selain itu Paulus mengakui keberhasilannya dalam pelayanan adalah kuasa doa. Bagaimana dengan kita, sudahkan kita menjadikan doa sebagai hal yang Istimewa ?
Hal kedua yang perlu menjadi warisan bagi anak-anak kita adalah kasih. Kehidupan orang percaya tidak terlepas dari kasih. Maka kasih itu harus berakar dalam kehidupan orang percaya. Maka kita akan berpikir bagaimana cara kita mewarisi kasih kepada anak kita? Maka hal sederhananya adalah dengan memberikan teladan kasih. Teladan kasih itu harus sampai berakar dalam kehidupan anak-anak kita, karena itu menjadi warisan yang berharga dalam hidup anak-anak kita.
Harus kita akui bahwa orangtua lebih banyak memberikan porsi pengenalan kepada anak-anak hal-hal yang sifatnya duniawi daripada hal Rohani. Makanya tidak heran banyak anak-anak Kristen yang tidak mengenal Yesus sebagai Tuhan yang mereka sebab karena mereka hanya sekedar mewarisi agama berdasarkan kartu keluarga (KK). Maka dari ayat 18 ini Paulus mengajak untuk kita mengenal kasih Yesus dengan sempurna. Adapun Gambaran kasih Allah menurut Paulus
Mungkin kita akan bingung yang dimaksud dengan mewarisi kepenuhan Allah. Hal sederhana dari kepenuhan Allah adalah mencapai kesempurnaan Hidup. Kita tau Bersama bawha kesempurnaan hanya ada di dalam Kristus. Karena dalam Matius 5:48 dikatakan sama seperti bapa yang sempurna. Mari kita warisi kepada anak-anak hidup yang sempurna supaya kelak hidup anak-anak kita juga menjadi sempurna di dalam Kristus.
0 Komentar