BERJAGA-JAGA
Matius 24:42

BERJAGA-JAGA
Matius 24:42

           Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar yang tidak menyenangkan dimana bangsa-bangsa saling mempersiapkan diri untuk perang. Apalagi sejak Amerika merebut Venezuela, mau menyerang Iran bahkan yang lagi viral ketika Amerika ingin merebut Greenland menjadi berita luar biasa. Bahkan dampak dari Amerika akan menimbulkan peperangan atau perang dunia III. Karena hal ini, banyak orang yang menjadi takut bahkan para teolog Kristen mulai melihat dari sudut pandang teologis bahwa ini menjadi bagian untuk menyambut kedatangan Tuhan yang kedua. Sebab Dalam Matius 24 dijelaskan salah satu tanda adalah perang antar bangsa. Maka akan timbul pertanyaan, apakah benar kedatangan Tuhan sudah semakin dekat?

           Pertanyaan ini yang hari-hari ini kita dengar dan membuat banyak orang percaya menjadi bingung. Untuk menjawab hal ini saya mengajak kita untuk memperhatikan kata Firman Tuhan. Kapan kedatangan Tuhan ? Tidak ada yang tahu (Matius 24:42), analogi yang digunakan untuk menggambarkan waktu kedatangan Tuhan ada 2, sebagai berikut:

  1. Seperti Pencuri (1 Tesalonika 5:2)
  2.             Paulus menggunakan gambaran “pencuri pada malam hari” bukan untuk menggambarkan sifat jahat Tuhan, melainkan ketidakterdugaan. Hari Tuhan akan datang tanpa peringatan sebelumnya bagi mereka yang tidak berjaga-jaga (Matius 24: 43, 44).
  3. Seperti Perempuan Bersalin (1 Tesalonika 5:3)
  4.             Simbol ini menekankan dua hal: keniscayaan (sesuatu yang pasti terjadi) dan kesakitan yang tiba-tiba. Ketika dunia meneriakkan “Damai sejahtera dan aman”, justru saat itulah kehancuran datang dimana orang sedang tidak berjaga-jaga.

           Maka apa sikap menghadapi kedatangan Tuhan, sebab kita tidak akan tahu kapan waktunya Tuhan datang? Sikap kita adalah BERJAGA-JAGA (Matius 24:42; 1 Tesalonika 5:6). Kata Berjaga-jaga Γρηγορεῖτε Grēgoreite, yang berarti sebuah KATA KERJA perintah untuk melakukan tindakan secara terus-menerus. Tindakan untuk tetap berjaga atau tidak tidur, bukan berbicara ngantuk secara fisik melainkan menjaga spiritualitas. Makanya orang yang tidak berjaga-jaga digambarkan seperti orang yang tidur dan mabuk yaitu orang yang tidakpeduli akan kedatangan Tuhan dan juga hidup didalam dosa. Contoh orang yang tidak berjaga-jaga dalam Matius 24:39-41. Maka kita sebagai orang percaya, Apa yakin masih mau santai-santai dan tidak berjaga-jaga ?

           Rasul Paulus menggambarkan kondisi manusia dalam menyambut akhir zaman atau kedatangan Kristus kali yang kedua:

Dimensi Anak-anak Terang / Siang Anak-anak Kegelapan / Malam
Status Milik Allah, dalam Kristus Milik dunia, dalam dosa
Kondisi Berjaga-jaga dan Sadar Tidur dan Mabuk
Hasil Keselamatan Kebinasaan

           Perlu disadari juga bahwa berjaga-jaga bukan karena kita TAKUT melainkan karena kita mempersiapkan diri menyambut keselamatan yang diberikan Allah (1 Tesalonika 5:9). Maka fokus kita bukan pada kapan Kristus datang, tetapi pada bagaimana kita hidup sementara menantikan-Nya. Ketika saudara pulang dari gereja ini, apakah kita masih mau hidup santai-santai dan tidak berjaga-jaga? Berjaga-jaga tidak berarti berhenti bekerja dan hanya berdoa tetapi sebaliknya kita melakukan aktivitas sehari-hari dengan kesadaran bahwa Tuhan bisa hadir kapan saja. Sehingga ketika kita sadar ini, saat bekerja kita mempermuliaan Tuhan, saat berkumpul keluarga kita mempermuliakan Tuhan dan saat kumpul bersama sesama, yang kita permuliakan adalah Tuhan.

BERJAGA-JAGALAH sebelum nantinya kita MENYESAL.

By Pdt. Dionnesius Julianto

Posting Komentar

1 Komentar